yang Tak Terduga
Pertemuan
itu tentu tak terduga. Kau ataupun aku pasti sama-sama tak menghendakinya. Tak
mempunyai kuasa atas itu. Semua berjalan karena waktu. Dan kurasa takdir juga
punya andil untuk itu. Aku tak tahu, apa aku harus marah dengan takdir itu?
Takdir yang membawaku kepadamu. Takdir yang sama sekali tak kuduga sebelumnya.
Apa kau juga merasa yang sama? Apakah pertemuan kita itu berkah atau malah
bencana untukmu? Sampai kapan pun aku takkan pernah tahu. Kini kau berada dalam
hidupku. Tapi tunggu, apa hanya hidup? Bukankah kau juga telah berada di hatiku
sejak awal pertemuan itu walau kau tak tahu? Waktu, tempat, kondisi maupun
keadaan waktu itu membawa kita saling mengetahui satu sama lain. Waktu, tempat,
keadaan waktu itu…aku masih 100% mengingatnya. Karena kuanggap itu berkesan.
Apakah saat ini adalah saat untuk mengakhirinya? segala cerita selama kita
saling mengenal, tapi apa iya kita telah saling mengenal? Kita sama-sama tahu
bahwa selama ini kau dan aku tak pernah mengatakan sepatah katapun secara lisan.
Mungkin kau juga membenarkan pernyataanku ini. Dan kita juga sadar kalau hanya
mata yang berbicara saat tatapan kita bertemu. Mencoba menyelami maksud apa
yang terkandung di dalamnya. Tapi benarkah maksud yang ku tangkap selama ini?
Lagi-lagi aku tak pernah tahu. Bagaimana denganmu? Makna apa yang kau tangkap
saat mata kita bertemu? Apa sesuai dengan makna yang kumaksud? Yang coba
kusampaikan hanya melalui tatapan.
Terlalu
lama kusampaikan makna itu hanya melalui tatapan. Hingga suatu hari aku tak
tahan untuk memuntahkannya. Mengatakan kepadamu lewat kata-kata, tidak lagi
lewat tatapan. Lagi-lagi kau tak memberiku jawaban setelah aku mengatakannya.
Yang kutangkap hanya lewat tingkah lakumu dan itupun harus kuartikan sendiri
tanpa tahu kepastiannya. Bagai mengerjakan soal yang tanpa kau tahu kebenaran
dari jawabanmu. Bagaimana rasanya? Kau tenggelam dalam kebingungan atas
kebenaran jawabanmu. Satu-satunya yang dapat mengetahui kebenarannya hanya
gurumu. Tapi saat kau membutuhkannya dia hilang entah kemana. Mampukah kau
mencari terus dan terus tanpa lelah?? Kurasa tidak. Kita manusia, yang punya
kelemahan dan batas kesabaran.
Mungkin
saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengakhirinya. Mengakhiri segala cerita
tentang kita yang terjadi karena takdir. Cerita kita yang berjalan tanpa
akhir..
Komentar
Posting Komentar