The Story of Us
Aku mengulangi membaca beberapa kali balasan darinya. Aku tidak mungkin salah menerjemahkan! I’ll visit you three days later. Wait for me ;). Perlahan tanpa sadar aku mengusap layar laptop. Pikiranku sudah berlari kemana-mana. Tiga hari lagi, tiga hari lagi dia akan berkunjung ke Indonesia. Aku akan bertemu dengan seseorang yang telah menjadi teman chattingku selama lima tahun. Namanya Adam. Aku bertemu dengannya di sebuah situs internet khusus untuk mengobrol dengan orang asing secara acak. Saat pertama kali aku mengenalnya dia masih berumur 19 tahun dan masih seorang mahasiswa. Usia kami hanya terpaut empat tahun. Aku akui memang saat aku mengobrol dengannya untuk yang pertama kali, aku tidak merasakan apa-apa. Namun semakin lama aku mengenalnya, aku menyadari bahwa Adam memang berbeda. Ia tidak seperti kebanyakan bule lainnya yang pernah kukenal. Mereka-meraka memang sangat hobi melakukan seks. Tapi Adam tidak. Dia memilih menaati peraturan agama untuk tidak berbuat hal-hal yang...